Breaking News

Kamis, 28 November 2013

Sistem Kaderisasi PMII Komisariat Unitri Yang Ideal



A. MAPABA

Jika mencermati harapan yang tertulis dalam buku MLS (Multi Level Strategi) terhadap peserta Mapaba, tampaknya terdapat harapan yang berlebihan. Bagi saya, harapan yang pantas diembankan kepada peserta Mapaba adalah mereka cukup tahu ada organisasi yang namanya PMII, tahu latar belakang PMII, tahu yang diperjuangkan PMII, dan peserta yang akan menjadi anggota PMII besedia berjuang bersama PMII khususnya PMII Country Unitri Malang.

Dengan target itu, sepertinya Forum Mapaba sudah cukup puas. Jika beban harapan terhadap para peserta mapaba melebih itu, forum mapaba diperkirakan tidak lebih 50% bisa mencapainya. Begitu juga Follow up-nya, bahwa harapan untuk menjadi kader pasca mapaba mempunyai pendekatan Fakultatif adalah mimpi yang tidak membumi, terlalu banyak kendala yang dihadapi, justru menurut saya, mereka cukup dibekali keterampilan dasar berorganisasi yang global.

Pertama, keterampilan mengoprasikan Microsoft Office serta Desain Grafis, sekaligus memberikan bekal PPTA (Administrasi) cara membuat surat resmi versi PMII dan catatan pembukuan keuangan yang juga versi PMII.Kedua, keterampilan Teknik Persidangan, cara memimpin rapat serta menjadi pemimpin Profesional.Ketiga, keterampilan menyelenggarakan kegiatan (Even Organizer) yang didalamnya mempelajari cara mengkonsep acara, teknik mencari dan mengella keuangan, cara mengundang dan menghadirkan narasumber dan seterusnya.Keempat, keterampilan menjadi Fasilitator, pemateri dan moderator serta seni budaya.

Setidaknya, keempat keterampilan ini akan memberikan peranan penting dimasa selanjutnya, baik di PMII Unitri maupun diluar PMII seperti, Kantor, tempat kelak mereka bekerja. Disinilah Pengurus Komisariat PMII Unitri benar-benar mendidik Kadernya sebagai Organizatoris. Bagi peserta yang akan menjadi anggota resmi dan memperoleh sertifikat oleh PMII Country dan sertifikat ini merupakan syarat mutlak bagi kader yang ingin men(di)calonkan diri sebagai Ketua Rayon atau
Ketua Komisariat.

Keempat keterampilan ini wajib di adakan oleh Pengurus Komisariat, dan Cabang Wajib menyediakan Silabus Materi hingga petunjuk Teknis Pelaksanaannya, baik secara online maupun cetak. Selain empat hal tersebut diatas, seorang anggota yang sudah mengikuti mapaba diharapkan dan didorong untuk mengikuti diskusi-diskusi yang diadakan oleh Pengurus Rayon maupun Pengurus Komisariat dan Instansi lain, termasuk Kampus tercinta kita(UNITRI).

Bagaimanapun, kader PMII Unitri bukanlah kader yang kuper terhadap berbagai isu-isu baik isu akademis maupun isu populer. Untuk itu pengurus Rayon maupun komisariat perlu mengadakan diskusi kecil mingguan yang bisa dengan membedah Opini dalam media cetak maupun elektronik, bisa juga masalah yang ada disekelilingnya misalnya temuan tentang hasil penelitian, yang diselenggarakan dikampus, maupun hal-hal menarik lainnya yang muncul di sekitar kampus, seperti
kecenderungan aktivitas mahasiswa di tempat tersebut menurut pandangan kader-kader PMII Unitri dan sebagainya.

B. PKD (Pelatihan Kader Dasar) PMII Unitri

Pada tahap selanjutnya, yakni pelatihan kader dasar, kader PMII baru diperkenalkan tentang gagasan-gagasan besar PMII tentang Kemahasiswaan, KeIslaman, dan KeIndonesiaan secara Serius. Berbicara tentang Gagasan, tentu saja berbicara tentang pemikiran, Konsep-Konsep dan Teori bukanlah manusia
biasa. Mereka adalah orang-orang yang paling tidak punya kebiasaan membaca buku setidaknya satu jam dalam seharinya.

Mereka yang paling tidak terbiasa berdiskusi serius selama setidaknya satu jam. Untuk itu seorang Kader yang ingin mengikuti PKD adalah Orang-orang yang mempunyai Semangat dan Loyalitas tinggi Terhadap Organisasi serta mempunyai bakat, untuk itulah peserta PKD mulai cukup biasa diharapkan lebih.

Para Kader yang telah mengikuti PKD, menurut Harapan saya Selaku WAKA BIDANG I PENGKADERAN adalah orang-orang yang telah memakai kacamata PMII untuk melihat Dunia. Bagaimana kondisi Masyarakat,Mahasiswa,Bangsa dan Negara Indonesia dan Ummat Islam serta ummat Manusia seluruhnya akan menjadi lebih menarik kalau dilihat dengan cara pandang yang telah diajarkan oleh PMII, apaun demensi atau bidangnya, bagaimana Nilai Dasar Pergerakan (NDP) mampu di perasionalkan untuk melihat Fakta-fakta Sosial, bagaimana Konsep Aswaja bisa menangkap Fenomina-Fenomina yang ada, dan seterusnya.

Bisa dikatakan, masa-masa PKD adalah masa-masa pemikiran Seorang Kader PMII, masa-masa Pembentukan Nalar Kritis seorang kader PMII, dan masa-masa membuat gelisah seorang kader PMII terhadap realitas yang dihadapinya. Untuk itu, pada saat demikian pendidikan Epistimlogi menjadi penting, dan metode analisa sosial adalah kebutuhan Niscaya, Namun demikian, Forum PKD masih
belum cukup untuk mengharapakan seorang kader menjadi gemilang, karena Forum PKD sangatlah terbatas, sehingga mereka cukup dirangsang untuk mencapai Gagasan Ideal Seorang Kader yang bisa menggunakan Kacamata PMII dalam melihat Persoalan.dengan ukuran lensa yang tepat, biar tidak pusing, seorang kader tersebut harus dan wajib mengikuti pelatihan-pelatihan dasar dunia pemikiran.

Dan sebagaimana Follow Upnya pasca Mapaba, mereka akan menerima sertifikat resmi dari PMII Kmisariat Unitri yang akan menjadi persyaratan bagi seorang kader yang ingin men(di)calonkan diri sebagai Ketua Rayon maupun Komisariat.



Penulis: Aji Habibi (WAKA BIDANG I PK.PMII Unitri 2012-2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Designed By