Breaking News
Flag Counter

Kamis, 15 Mei 2014

Sajak-Sajak Rofiqi



Rindu Kemerdekaan

Selaksa duka belum jua rapuh
Akan peradaban yang telah kental dalam perjalanan,
Berlaga dengan sisa nafasku
Menjadi lakon airmata.
Betapa kurindu kemerdekaan
Ketika hari demi hari, bulan demi bulan lara
 resah dan pilu menjajah hidupku.
Sungguh aku rindu kemerdekaan
Bagaikan haus dalam kekeringan
dan bagaikan gersang merindukan hujan.
Harus berapa lama?
Kunanti kemerdekaan dalam hidup
yang ada diantara sayap kematian,
Oh kemerdekaan... 
Wajah telah kusut
Airmata bagaikan hujan
Yang bertasbih mengharapkanmu
Dengan kicawan do’a yang menembus dinding kelabu
Namun belum jua mampu menepis penjajah dalam hidupku 
Yang telah lemah gemulai.

Naungan Jiwa Yang Ranggas

Pada ciptamu aku bernaung melepas jenuh
Mengisi kekosongan jiwa
Dengan menikmati megahnya dunia
Sejuk jiwa bak embun pagi
Meniti lorong waktu
Namun ketika ia ranggas
Pancaran duka menyengat kalbu,
Nafaspun sengau menanti kemerdekaan
Membuat rona wajah gersang senyuman
Tatapan mata hilang dalam beningnya airmata
Mengupas hasrat menjadi sejengkal mimpi
Yang selalu menjelma setiap waktu ,
Tuhan izinkan aku kembali padamu
Bersama saer-saer doaku
Dibawah naungn takdirmu,
Tuhan lama aku ingkari dirimu
Hingga aku rindu rahmatmu
Saat nafas tiada aku gantungkan pada tanganmu
Ketika gemuruh sesal penuh tangisan
Saat ia ditelan kemarau.

Karang Dalam Cinta

Jauh aku tenggelam kedasar cinta
Terhimpit duka yang selalu menyiksa
Kesetiaan hanya menjadi berkas-berkas kenangan
Dalam perjalanan yang melelahkan.
Ingin rasanya aku ahiri
Namun nafas yang sudah sengau
Masih bergemuruh rindu dalam kalbu,
Wahai yang kupuja ,,,,,,
Aku larut dalam duka
Lupakan sejuta kenangan
Meredup dalam kepiluan panjang
Tanpa umbaran tawa,
Sungguh jiwa telah membenih gundah gulana
Remangkan langkah perjalanan
Menghampiri kedamayan diantara himpitan kepiluan
Yang tiada terhancurkan
Oleh taubatan nasuha
Ketika sadar mulai ada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Designed By