Pendidikan
merupakan sarana dalam mencerdaskan kehidupan sosial dan bangsa, pada dasarnya
Indonesia sudah 68 Tahun merdeka, yang kemudian seharusnya Indonesia sudah
mampu dan mempunyai sistem pendidikan yang boleh dikatakan sudah matang dan
tidak sekedar hanya abal-abal “percobaan” saja. Namun masalah pendidikan yang
melanda negeri ini disisi lain seakan masih terkesan jauh dari harapan, namun
disisi lain juga terkadang sangat memprihatinnkan. Tidak meratanya fasilitas
dan prasarana pendidikan ditingkat perkotaan dengan pelosok turut menjadi
sorotan utama untuk ketercapaian sebuah pendidikan yang melahirkan insan
berwawasan luas dan bersifat nyata. Hal itu terjadi disebabkan oleh kurangnya
intervensi instansi pemerintah terkait dalam mengawasi dan mengeluarkan
kebijakan tentang pendidikan yang ada di Indonesia terlebih yang ada dipelosok
desa terpencil.
Dari
realitas yang ada penulis mempunyai rasa prihatin terhadap kondisi reeal pendidikan
di Indonesia saat ini yang konotasinya serba tidak menentu. Pendidikan merupakan
tatanan awal dimana manusia terlebih adalah pemuda atau kaum terpelajar
berproses untuk mencari jati dirinya dengan diberikan kelebihan dari mahluq
lain yaitu mempunyai akal dan fikiran, pendidikan adalah bekal utama dalam
menata moral bangsa dan membangun kehidupan sosial-kemasyarakatan, sehingga
pendidikan menjadi instrumen dan suatu kebutuhan dalam menumbuh kembangkan
suatu negara. Sehingga kaum intelektual muda dapat mengamalkan ilmunya bagi
nusa dan bangsanya.
Namun
realitas yang terjadi ditengah-tengah kondisi modernisasi, globalisasi dan
Neo-Liberalisme menyerang pemuda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa kian
hari mengalami dekadensi moral. Dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari
bahwa pemuda saat ini mengalami kemunduran yang drastis, moral kaum terpelajar
atau kaum itelektual muda saat ini mengalami sebuah boomerang yang telah
menyerang dalam diri pemuda tersebut. Akibat dari bebasnya sistem informasi dan
visualisasi turut memperburuk keadaan yang tidak dapat dikontrol oleh para kaum
pendidik di negeri ini, semisal kita dapat dengan leluasa mengakses jaringan
internet. Dalam internet kita kenal memang ada sisi negatif dan positifnya,
namun apabila para kaum terpelajar tidak terkontrol dan dengan leluasanya dapat
mengakses suatu hal yang negatif maka akan berdampak buruk bagi kaum muda
tersebut. Dengan bebasnya kita mengakses video mesum, gambar-gambar porno dan
lain-lain. Dari dampak tersebut jikalau kita tidak segera menyikapi dengan
serius terlebih oleh para pendidik ataupun oleh pmerintah maka akan jadi
boomerang dalam diri para pemuda atau para intelektual muda.
Kita
ketahui secara bersama memang dipelosok secara fasilitas memang kurang memadai
untuk kemudian menunjang sistem pendidikan yang ada, namun semakin
berkembangnya teknologi ditengah masyarakat pelosok juga menjadi ancaman nyata
bagi para pemuda terlebih adalah kaum intelektual. Diawal sudah penulis uraikan
semakin bebasnya kita mengakses internet menjadi boomerang tersendiri bagi para
pelajar di pelosok, sehingga perlu kita sadari bersama untuk kemudian juga ikut
berpartisipasi dalam menjaga moral para intelektual muda untuk tidak salah
dalam menggunakan teknologi informasi tersebut. Sehingga jelas out put dari
para pemuda dalam mengimplementasikan nilai intelektual itu dapat dengan tepat
dan benar.
Lantas
apa fungsi pendidikan selama ini dan
dampak bagi perkembangan bangsa? Melihat kondisi hari ini adalah cerminan beberapa
puluh tahun mendatang, dimana para pemudalah yang akan menjadi sosok figuritas
dan pemimpin bangsa untuk generasi selanjutnya. Memang ini adalah tanggung
jawab bersama antara pendidik dan yang dididik, sehingga kita tersadarkan bahwa
pendidikan adalah sarana ataupun prasarana dalam memperbaiki tatanan kehidupan
berbangsa dan bernegara secara bermartabat yang hal itu akan berdampak positif
bagi perkembangan zaman.
Tidak
semudah mengucapakannya dalam memperbaiki tatanan moral pemuda hari ini, perlu
langkah konkrit dari sosial-masyarakat dan tentunya didukung dengan intervensi
pemerintah maupun institusi pendidikan juga sangat dibutuhkan dalam situasi
seperti ini, mengingat bahwa pendidikan adalah merupakan tanggung jawab bersama
antara masyarakat, Institusi pendidikan dan pemerintah sehingga menjadi
satu-kesatuan dalam menentukan arah pendidikan yang tentunya berdampak positif
pada kondisi pemuda sebagai kaum intelektual masa depan bangsa dan negara ini.
Pendidikan
yang berkarakter menjadi sangat dibutuhkan dalam situasi saat ini, dengan
segala upaya untuk mengembalikan pemuda pada kodrat yang sesungguhnya. Sehingga
Hittoh Indonesia yang terkandung dalam pancasila sebagai falsafah bangsa tidak
tercederai. Perlu diingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang
terdiri dari berbagai suku, ras, etnis dan bahasa, mengingat hal tersebut maka
seharusnya Indonesia sudah sepantasnya bermartabat dimata dunia terlebih bagi
bangsa dan negaranya sendiri sehingga pendidikan yang menghasilkan intelektual
muda hari ini dapat membawa perubahan positif bagi generasi bangsa selanjutnya,
terlebih adalah pemuda.
Oleh :
Ahmad Fairozi
Malang, 14
November 2013



Tidak ada komentar:
Posting Komentar