Breaking News
Flag Counter

Sabtu, 20 April 2013

Moralitas Bangsa, Antara Ada Dan Tiada


Berbagai problem yang terjadi di bangsa ini, mulai KKN, pembunuhan, emerkosaan, perampokan dan bahkan lebih mirisnya lagi seorang anak tega membunuh orang tuanya sendiri kini telah menjadi hal yang biasa. Kita mendengar sehari-hari, baik melalui media radio, Koran dan televisi. Hal yang semacam ini hanya sebagian keci dari contoh rusaknya moral bangsa ini. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang masih belum terekam oleh indra kita yang semuanya begitu mengiris-iris moralitas bangsa kita sendiri.


Indonesia yang pada awalnya mengedepankan nilai-nilai moralitas serta berbudi pekerti luhur, kini sudah mengalami kemerosotan nila yang hal ini ditandai dengan rusaknya pergaulan para remaja kita sebagai penerus bangsa. Pencabulan dimana-mana, pemerkosaan, pengguna obat-obatan seperti narkoba yang hal demikian menjadi pukulan telak bagi bangsa kita ini. Ibarat virus penyakit runtuhnya nilai moralitas bangsa ini sudah menggerogoti nilai-nilai bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah harus mampu brtindak tegas kepada para pelanggar nilai-nilai moral bangsa.

Jika ditelesik lebih jauh lagi terhadap runtuhnya nilai moralitas bangsa in begitu sangat miris, hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh P Widianto dalam penelitiannya  tentang perilaku anak muda (mahasiswa) yang 90% sudah tidak perawan lagi dalam artian pernah melakukan hubungan layaknya suami isteri. Hal semacam ini mengundang perdebatan yang alot. Bahkan mendapat perhatian diberbegai media massa, bahkan media sampai-sampai mengupas tuntas mengenai ini, semisal tingkah laku mahasiswa mulai dari siang hingga kegiatan waktu malamnya, tidak jarang tempt nongkrong mereka di diskotik dan kelap-kelap malam dan diakhiri dengan tempat yang berlampu remang-remang.

Melihat fenomena diatas betapa sangat rusaknya moralitas bangsa ini, sehingga perlu penanggulangan yang serius dari pihak masyarakat maupun pemerintah. Agar berbagai kejadian yang begitu menyayat-nyayat hati nurani kita bisa ditanggulangi dengan baik. dengan demikian rusaknya moralitas bangsa kita ini sedikit demi sedikit bisa dikurangi hingga pada akhrnya bangsa ini kembali kepada bangsa yang mempunyai nilai moralitas yang baik. hal ini menimbulkan tanda Tanya besr dibenak kita yaitu “ apa yang melatar belakangi bangsa ini mempunyai nilai moral yang bagus?

Menurut hemat penulis, Agamalah yang menjadi tolok ukur tertanamnya nilai moralitas yang baik, sebab bagi masyarakat Agama merupakan pondasi mereka berpijak melakukan berbagai kegiatan. Begitu sangat pentingkah Agama bagi para kader penerus bangsa ini, ada berbagai hal yang harus dilakukan bagi masyarakat maupun pemerintah, yang Pertama; penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini, Kedua; pengarahan orang tua terhadap anaknya, Ketiga; adanya control yang baik terhadap remaja, khususnya bagi pemerintah, Keempat; adanya sanksi hukum yang jelas bagi para pelanggar nilai-nilai moral bangsa.

Dengan usaha-usaha yang semacam ini penulis menyadari tidaklah mudah semudah membalikkan tangan begitu saja, namun butuh proses dan kesabaran yang tinggi untuk hanya sekedar memulihkan moral bangsa ini. Hal ini memerlukan proses yang lama, ibarat pohon yang bengkok akan diluruskan tidak sementara dipaksa untuk lurus, namun perlu adanya stimulus dari sejak kecil untuk membuat pohon itu menjadi lurus dan akan merubah moral seorang manusia perlu adanya cara dan stimulisasi yang baik, sehingga mereka akan menyadari bahwa apa yang telah dilakukan itu salah dan merusak citra bangsa sendiri.
Wallahu a’lam...

Oleh: Moh. Askiyanto Juara I dalam rangka Perayaan Harlah PMII ke-53 kategori lomba menulis Opini yang diadakan oleh PMII Komisariat Unitri Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Designed By