Berbagai
problem yang terjadi di bangsa ini, mulai KKN, pembunuhan, emerkosaan,
perampokan dan bahkan lebih mirisnya lagi seorang anak tega membunuh orang
tuanya sendiri kini telah menjadi hal yang biasa. Kita mendengar sehari-hari,
baik melalui media radio, Koran dan televisi. Hal yang semacam ini hanya
sebagian keci dari contoh rusaknya moral bangsa ini. Dan masih banyak lagi
kejadian-kejadian yang masih belum terekam oleh indra kita yang semuanya begitu
mengiris-iris moralitas bangsa kita sendiri.
Indonesia
yang pada awalnya mengedepankan nilai-nilai moralitas serta berbudi pekerti
luhur, kini sudah mengalami kemerosotan nila yang hal ini ditandai dengan
rusaknya pergaulan para remaja kita sebagai penerus bangsa. Pencabulan
dimana-mana, pemerkosaan, pengguna obat-obatan seperti narkoba yang hal
demikian menjadi pukulan telak bagi bangsa kita ini. Ibarat virus penyakit
runtuhnya nilai moralitas bangsa ini sudah menggerogoti nilai-nilai bangsa. Oleh
sebab itu, pemerintah harus mampu brtindak tegas kepada para pelanggar
nilai-nilai moral bangsa.
Jika
ditelesik lebih jauh lagi terhadap runtuhnya nilai moralitas bangsa in begitu
sangat miris, hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh P Widianto dalam
penelitiannya tentang perilaku anak muda
(mahasiswa) yang 90% sudah tidak perawan lagi dalam artian pernah melakukan
hubungan layaknya suami isteri. Hal semacam ini mengundang perdebatan yang
alot. Bahkan mendapat perhatian diberbegai media massa, bahkan media
sampai-sampai mengupas tuntas mengenai ini, semisal tingkah laku mahasiswa
mulai dari siang hingga kegiatan waktu malamnya, tidak jarang tempt nongkrong
mereka di diskotik dan kelap-kelap malam dan diakhiri dengan tempat yang
berlampu remang-remang.
Melihat
fenomena diatas betapa sangat rusaknya moralitas bangsa ini, sehingga perlu
penanggulangan yang serius dari pihak masyarakat maupun pemerintah. Agar
berbagai kejadian yang begitu menyayat-nyayat hati nurani kita bisa
ditanggulangi dengan baik. dengan demikian rusaknya moralitas bangsa kita ini
sedikit demi sedikit bisa dikurangi hingga pada akhrnya bangsa ini kembali
kepada bangsa yang mempunyai nilai moralitas yang baik. hal ini menimbulkan
tanda Tanya besr dibenak kita yaitu “ apa yang melatar belakangi bangsa ini mempunyai nilai moral yang bagus?
Menurut
hemat penulis, Agamalah yang menjadi tolok ukur tertanamnya nilai moralitas
yang baik, sebab bagi masyarakat Agama merupakan pondasi mereka berpijak
melakukan berbagai kegiatan. Begitu sangat pentingkah Agama bagi para kader
penerus bangsa ini, ada berbagai hal yang harus dilakukan bagi masyarakat
maupun pemerintah, yang Pertama; penanaman
nilai-nilai keagamaan sejak dini, Kedua; pengarahan
orang tua terhadap anaknya, Ketiga; adanya
control yang baik terhadap remaja, khususnya bagi pemerintah, Keempat; adanya sanksi hukum yang jelas
bagi para pelanggar nilai-nilai moral bangsa.
Dengan
usaha-usaha yang semacam ini penulis menyadari tidaklah mudah semudah
membalikkan tangan begitu saja, namun butuh proses dan kesabaran yang tinggi
untuk hanya sekedar memulihkan moral bangsa ini. Hal ini memerlukan proses yang
lama, ibarat pohon yang bengkok akan diluruskan tidak sementara dipaksa untuk
lurus, namun perlu adanya stimulus dari sejak kecil untuk membuat pohon itu
menjadi lurus dan akan merubah moral seorang manusia perlu adanya cara dan
stimulisasi yang baik, sehingga mereka akan menyadari bahwa apa yang telah
dilakukan itu salah dan merusak citra bangsa sendiri.
Wallahu a’lam...
* Oleh: Moh. Askiyanto Juara I dalam rangka Perayaan Harlah PMII ke-53 kategori lomba menulis Opini yang diadakan oleh PMII Komisariat Unitri Malang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar